Perayaan dan Peringatan Hari Ibu Sedunia

Perayaan dan Peringatan Hari Ibu Sedunia

Perayaan dan Peringatan Hari Ibu Sedunia

Ibu layaknya sebuah bumi. Ibu tempat lahirnya semesta. Ibu menjadi simbol, tidak hanya sebagai seorang tua yang mengayomi dan mendidik, tetapi juga sebagai sebuah sumber kehidupan, tempat berasal dan berpulang, dan simbol perjuangan. Karena sebegitu bermaknanya Ibu, masyarakat atau bahkan sebuah bangsa pun membuat sebuah peringatan untuk menghormati Ibu. Mereka mendedikasikan satu hari untuk mengenang jasa dan makna dari Ibu itu. Secara Internasional, peringatan-peringatan tersebut sering dinamai sebagai Mother’s Day. Namun, pada dasarnya, namanya bisa berbeda-beda tergantung bahasa sebuah negara dan bagaimana negara tersebut memaknai Ibu. Di Indonesia sendiri, peringatan untuk menghormati kaum Ibu ini disebut dengan “hari Ibu”. Bagaimana sejarah hari ibu itu? Seperti apa pemaknaannya sebenarnya? Berbedakah dengan hari Ibu sedunia?

Hari Ibu sendiri, di Indonesia dianggap sebagai sebuah penghormatan akan jasa kaum Ibu dan perjuangan kaum Ibu. Hal itu juga disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise bahwa peringatan hari Ibu di Indonesia adalah untuk mengenang perjuangan kaum perempuan. Menurutnya pula hari Ibu di Indonesia dilandasi tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan dengan semangat persatuan dan kesatuan menuju kemerdekaan yang aman, tenteram, damai, adil, dan makmur.

Peringatan hari Ibu sendiri kemudian jatuh pada tanggal 22 Desember karena mengikuti tanggal dideklarasikannya Kongres Perempuan Indonesia yang pertama kali pada 22 Desember 1928, di Yogyakarta. Kongres ini merupakan sebuah kongres yang cukup banyak membicarakan peran kaum perempuan atau kaum Ibu dalam berbagai aspek, baik perjuangan kemerdekaan ataupun segi kehidupan lainnya.

Beberapa peserta yang hadir secara vokal menyuarakan relasi perempuan dengan negara dan kehidupan. Misalnya, Moega Roemah yang vokal membicarakan hak perempuan yang terampas akibat perkawinan anak ataupun Siti Moendji’ah dan Nyi Hajar Dewantara yang membahas mengenai derajat perempuan dan adab perempuan. Yang paling penting dan menandai sejarah hari Ibu adalah pidato Djami yang berjudul “Iboe”. Di pidatonya tersebut Djami menyatakan masalah kesetaraan perempuan, hak-hak perempuan, hingga perempuan sebagai sumber dari pengetahuan, kepandaian, atau kekuasaan. Karena Kongres Perempuan Indonesia dan ihwal di dalamnya itulah kemudian pada 22 Desember 1953, Presiden Soekarno, melalui Keputusan Presiden RI No.316 Tahun 1953, menyatakan bahwa 22 Desember diperingati sebagai hari Ibu.

Nah, lalu bagaimana dengan hari Ibu sedunia? Ada enggak sih hubungannya dengan hari Ibu di Indonesia? Pada intinya, makna hari Ibu sedunia ataupun hari Ibu di Indonesia tetaplah sama. Semuanya sama-sama memberikan pemaknaan pada jasa dan perjuangan kaum Ibu. Semuanya juga sama-sama membawa masyarakat, di dunia, untuk merenungkan kembali makna dan kasih sayang Ibu. Akan tetapi, memang, untuk masalah perayaan dan sejarah pribadi sebuah bangsa terhadap kaum Ibu itu berbeda-beda.

Di Amerika dan 75 Negara lainnya, seperti Australian Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, maupun Hong Kong hari Ibu (Mothers Day) diperingati pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei atau untuk tahun ini jatuh pada 13 Mei. Sementara itu, di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, konsep yang hampir sama dengan hari Ibu, yakni hari Perempuan Internasional (International Womens Day), diperingati setiap tanggal 8 Maret.

Dalam hal sejarahnya, masing-masing negara tentunya juga mengusung sejarah yang berbeda yang berkaitan dengan pemaknaannya. Misalnya saja di India, hari Ibu itu dirayakan sebagai pemaknaan para Ibu yang dianggap sebagai dewi atas anak-anak mereka. Sementara itu, di Amerika peringatan hari Ibu yang jatuh pada minggu kedua bulan Mei ini dimaknai berdasar peringatan Anna Jarvis yang melakukan penghormatan pada kematian ibunya di Grafton, West Virginia.

Meskipun sejarahnya berbeda-beda, sekali lagi, seperti telah disebutkan, substansi peringatan hari Ibu tetap sama, yakni menghormati dan memaknai jasa serta perjuangan kaum Ibu atau perempuan.

Referensi: https://review.bukalapak.com/mom/wajib-tahu-ini-alasan-sejarah-peringatan-hari-ibu-jatuh-di-tanggal-22-desember-85630

Baca Juga :  Berikan Stiker Hari Ibu Buatanmu Disertai Hadiah Ini, Ibumu Pasti Bahagia!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *